Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura

Tes Travel, Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura

Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura
Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura

Tol Trans Jawa memang sangat membantu mobilitas ekonomi bagi masyarakat Indonesia dan secara khusus masyarakat yang ada di Jawa.


Masyarakat menyambut antusias peresmian tol trans Jawa yang dimulai dari Merak Banten sampai Surabaya-Probolinggo dengan akses jalan yang begitu mulus. Pulau Jawa memang menjadi Pulau terpadat yang ada di Indonesia, maka dari itu dengan hadirnya tol ini membuat percepatan ekonomi semakin membaik.

Kali ini topwisata akan mengupas tuntas perbedaan perjalanan melalui Jalan bebas Hambatan Jawa vs Jalan Pantura, sumber ini kami rangkum dari media kompas yang telah lebih dulu melakukan uji coba perjalanan jauh ini.

Pihak KOMPAS mencoba jalan ini menggunakan dua jenis mobil yang sama yaitu mobil Expander dengan batas kecepatan yang dianjurkan untuk keselamatan pengemudi dan penumpang. Komparasi kedua perjalanan ini menggunakan stopwatch untuk waktu hitung perjalanan supaya adil.

Perjalanan tim KOMPAS dimulai dari titik nol di KM 57 Cikampek. Dan tim dibagi menjadi 2 yaitu tim A dan tim B.


Tim A, akan melakukan perjalanan menggunakan tol trans jawa dengan rute Cikarang Utama -Palimanan -Pemalang -Batang -Semarang Salatiga -Kartasura Wilangan -Kertosono Jombang –Mojokerto Surabaya.


Tim B, memulai perjalanan dari exit tol CIkampek, kemudian melanjutkan perjalanan bawah jalur pantura melintasi Subang - Indramayu -Cirebon -Brebes -Tegal -Pemalang -Pekalongan -Batang -Kendal -Semarang -Demak -Kudus -Pati -Rembang -Tuban -Lamongan -Gresik -Surabaya.

Kedua tim ini pasti memiliki tantangan serta karakter jalan yang berbeda. Untuk jalur tol pasti pemandangan yang tersaji cuma jalan aspal, gunung, sawah, dan pastinya sangat membosankan bagi pengemudinya.

Baca Juga Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas
Kemudian tim kedua memiliki karakter jalan yang  ramai, ruwet, dan harus berbagi dengan pengendara kendaraan besar apabila malam tiba.

Dengan waktu ukur menggunakan stopwatch bermaksud supaya perhitungan perjalanan ini adil. Karena ketika sopir lelah atau mau pergantian sopir, maka stopwatch tersebut di jeda, dan stopwatch di mainkan lagi ketika kendaraan berjalan, supaya waktu perjalanan benar-benar real kondisi mobil berjalan.

Alhasil, perjalanan kedua tim ini terpaut waktu yang sangat jauh, dengan pemberhentian di Hotel Best Western (Surabaya). Tim A yang melaju melalui tol trans Jawa menempuh waktu hanya 9 jam 43 menit. Hasil tersebut sangat jauh berbeda dengan Tim B yang melalui jalur pantura menempuh waktu 15 jam 41 menit. Tim B terlihat sangat kepayahan dengan melalui perjalan Pantura, karena kondisi lalu lintas jalan yang padat serta banyaknya truk dan bus di malam hari, Tim B hanya bisa melaju dengan kecepatan 50 km/jam. Sementara Tim A dengan kondisi jalan yang begitu lenggang mampu melaju dengan kecepatan 80 - 100 km/jam.
Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura
Stopwatch Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura



Menurut data yang di rangkum tim KOMPAS Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura :



Hasil penghitungan waktu tempuh Komparasi Trans Jawa, menggunakan stopwatch, terlihat perbedaan cukup kontras, antara jalur tol dan pantura.

Kalau berdasarkan jarak tempuh yang dilalui kedua tim, sebenarnya antara jalur tol dan Pantura, relatif tidak terlalu jauh bedanya. Dari hitungan di trip meter masing-masing kendaraan, Tim A yang menempuh Jalan Tol Trans Jawa, melahap 724 km jalan dari KM 57-Hotel Best Western, Surabaya. Sedangkan, Tim B, menempuh jarak 737,9 km menggunakan jalur Pantura, dari titik awal menuju lokasi yang sama.

Jangan lupa, ketika kalian sudah sampai di surabaya, jangan lupa kunjungi destinasi keren di Surabaya, yaitu :


Bagaimana sobat topwisata, apakah anda punya pengalaman melaju di Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura ? bisa di share di kolom komentar ya….

Related Posts

Komparasi Tol Trans Jawa vs Jalur Pantura
5/ 5
Oleh