Lompat ke konten
Petualangan Kuliner: Mengukir Kenikmatan dengan Ceker Mercon Tanpa Tulang yang Bikin Nagih

Petualangan Kuliner: Mengukir Kenikmatan dengan Ceker Mercon Tanpa Tulang yang Bikin Nagih

ceker mercon

Petualangan Kuliner: Mengukir Kenikmatan dengan Ceker Mercon Tanpa Tulang yang Bikin Nagih

Ada satu kepuasan tertentu yang didapat dari menyantap ceker ayam. Tekstur kenyalnya, kuah kaldunya yang meresap, dan sensasi mengisap setiap jari hingga bersih adalah pengalaman yang sulit ditolak. Namun, bagi banyak orang, keharusan berurusan dengan tulang-tulang kecilnya seringkali mengganggu kenikmatan itu. Saya termasuk salah satunya.

Hingga suatu hari, terbesit sebuah ide gila sekaligus ambisius: “Bagaimana kalau bikin ceker mercon, tapi tanpa tulang?”

Misi dimulai. Resep ceker mercon biasa sudah dikuasai, tantangannya ada pada proses pembuangan tulang. Setelah menonton belasan video tutorial dan membaca banyak artikel, saya pun memutuskan untuk terjun ke dapur.

Babak I: Peperangan dengan Tulang

Bahan utama: 500 gram ceker ayam yang sudah dibersihkan. Langkah pertama adalah merebusnya sekitar 15 menit dengan jahe dan garam. Ini bukan hanya untuk menghilangkan bau amis, tapi juga untuk melunakkan jaringan ikat, membuat proses deboning (membuang tulang) menjadi lebih mudah.

Setelah direbus dan didinginkan, tantangan sesungguhnya muncul. Dengan menggunakan gunting dapur yang tajam, saya mulai memotong sepanjang tulang dari ujung hingga pangkal setiap jari, lalu dengan sabar mencungkil dan menarik tulang-tulang kecil itu keluar. Butuh kesabaran tingkat tinggi! Jujur, dari 20 ceker, mungkin 3-4 yang gagal dan terlihat “compang-camping”. Tapi, melihat tumpukan ceker tanpa tulang yang siap menyerap bumbu, semua lelah terbayar sudah. Rasanya seperti menyelesaikan puzzle yang sangat memuaskan.

Resep Andalan: Ceker Mercon ‘Tanpa Ribet’

Setelah melewati babak yang melelahkan, bagian yang menyenangkan tiba: memasak!

Bahan-bahan:

  • 500 gr ceker ayam tanpa tulang (hasil jerih payah kita)
  • 2 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 200 ml air
  • Minyak untuk menumis
  • Garam, gula, kaldu bubuk secukupnya
Baca Juga :  Kimchi Jeon Enak, Sederhana Resep Membuatnya

Bumbu Halus:

  • 10 buah cabai merah keriting (sesuaikan level pedasnya)
  • 10 buah cabai rawit merah (ini ‘mercon’-nya, bisa ditambah!)
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 2 cm jahe

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu halus bersama daun jeruk, serai, dan lengkuas hingga harum dan matang benar. Ini kunci agar tidak bau langu.
  2. Masukkan ceker tanpa tulang ke dalam tumisan. Aduk rata hingga semua permukaannya terlumuri bumbu yang harum dan berwarna merah cantik.
  3. Tuangkan air secukupnya. Aduk kembali.
  4. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk. Koreksi rasanya. Saya suka yang balance antara pedas, asin, dan sedikit manis.
  5. Kecilkan api, tutup wajan, dan biarkan mendidih hingga kuah menyusut dan bumbu meresap sempurna ke dalam daging ceker yang kenyal. Proses ini membuat ceker menjadi sangat lembut dan penuh rasa.
  6. Setelah kuah mengental dan menyusut, angkat dan sajikan hangat.

Hasil Akhir: Sebuah Kemenangan Rasa

Saat sendok pertama menyentuh mulut, saya langsung tahu bahwa semua usaha itu sangat worth it. Yang saya dapatkan adalah ledakan rasa tanpa gangguan.

Daging ceker yang kenyal dan lembut langsung lumer di mulut. Rasa pedas yang membakar lidah (sesuai namanya, ‘mercon’) langsung terasa, diikuti oleh kompleksitas rempah dari bumbu halus yang ditumis sempurna. Yang paling membedakan adalah kenikmatan tanpa jeda. Bisa langsung menyantapnya tanpa perlu berhenti untuk memisahkan tulang, membuat pengalaman makannya menjadi sangat intens dan memuaskan.

Hidangan ini langsung menjadi rebutan dan pujian dari keluarga. “Ini baru inovasi!” kata adik saya. Ibu yang biasanya malas makan ceker karena repot, akhirnya bisa menikmatinya dengan lahap.

Kesimpulan dan Tips

Membuat ceker mercon tanpa tulang memang membutuhkan effort ekstra, terutama di bagian awal. Tapi, untuk acara-acara spesial atau sekadar memanjakan diri, hidangan ini adalah pemenang mutlak.

Baca Juga :  Mau Masak Sate Tanpa Dibakar? Inilah Sate Blengong Brebes

Tips dari pengalaman pribadi saya:

  • Beli yang sudah tanpa tulang: Jika tidak ingin repot, beberapa supermarket atau pasar modern sekarang sudah menjual ceker tanpa tulang beku.
  • Siapkan waktu dan kesabaran: Proses deboning adalah meditasi. Jangan terburu-buru.
  • Level pedas: Jangan ragu untuk menyesuaikan level cabai. 10 rawit sudah cukup untuk membuat lidah bergetar, tapi bagi pecinta pedas sejati, 15-20 mungkin baru terasa ‘meledak’.
  • Dimakan dengan apa?: Nasih putih hangat adalah pasangan terbaik. Bisa juga dengan nasi liwet atau bahkan jadi topping mie instan!

Jadi, apakah saya akan membuatnya lagi? Tentu! Meski melelahkan, kepuasan menyantap dan melihat orang tersayang menikmati masakan dengan lahap adalah obat lelah yang paling manis. Selamat mencoba dan berpetualang di dapur!

Ingin Menjadi Penulis di Topwisata, bisa banget dong!! , daftarkan dirimu dan raih penghasilannya
Penulis Lepas Kontributor Topwisata.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *