Sabtu, 24 Oktober 2020

Coban Jahe Bikin Weekend Kamu Serasa Berfaedah

Coban Jahe Malang

Coban Jahe adalah satu diantara keindahan Kota Malang yang terkenal dengan udara dinginnya. Nama lain dari tempat wisata ini adalah Air Terjun Begawan. Keindahannya memang luar biasa, tidak heran para pendaki Semeru atau Bromo singgah sejenak menikmati dingin serta jernihnya air.

Tidak hanya menawan dengan gemuruh aliran air yang jatuh dari atas tebing saja. Kamu juga disuguhkan dengan berbagai spot menarik. Seperti, Kampung pohon atau lebih tepatnya adalah rumah pohon. Tetapi, ukurannya jauh lebih besar serta memiliki 3 lantai. Biasanya wisatawan memanfaatkannya untuk foto-foto.

Sejarah Berdirinya

Nama Coban Jahe memang baru saja terkenal, maklum saja objek wisata ini baru dibuka untuk umum pada tahun 2014 lalu. Dikelola oleh perhutani unit II RPH Sukopuro bersama penduduk setempat. Bila dilihat dari sejarahnya, memang tidak enak didengar, karena nama Jahe ini sendiri diambil dari bahasa jawa yaitu Pejahe artinya adalah meninggal.

Penamaan ini diambil dari cerita masa lalu, tepatnya pada tahun 1947 dimana Belanda membombardir kawasan ini. Mengakibatkan meninggalnya Gagak Lodra yang merupakan pasukan TRI. Hampir semua pasukan RI gugur dalam pertempuran tersebut, kemudian, mayatnya dikumpulkan di sekitar coban, kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Air terjun ini berasal dari kali jahe yang juga memiliki nilai historis  Perlawanan Ali Murtopo melawan penjajahan Belanda. Kurang lebih 100 orang gugur dalam pertempuran tersebut. Sampai saat ini curug ini masih jadi saksi bagaimana perlawanan arek malang dalam mempertahankan kemerdekaan waktu itu.

Daya Tarik Coban Jahe

Air terjun ini mempunyai ketinggian kurang lebih 45 meter. Dimana di bawah alirannya kamu bisa menemukan sebuah kolam kecil. Biasanya, wisatawan memanfaatkannya untuk berendam dan berenang. Debit airnya sangat deras, disarankan jangan terlalu mendekat bila tidak ingin basah kuyup.

Menariknya kawasan ini adalah sekitarnya dipenuhi dengan bunga warna-warni sehingga terkesan alami dan asri. Jangan lupa bawa foto, karena sudah tersedia area khusus untuk Anda foto-foto. Udara sejuknya membuat wisatawan yang berkunjung ke tempat ini enggan untuk pergi.

Fasilitasnya sendiri sudah cukup banyak dan lengkap. Mulai dari toilet, mushola, hingga beberapa warung yang menyediakan berbagai macam makanan serta minuman. Beberapa meter sebelum air terjun, Anda akan melihat bebatuan besar, bila musim penghujan harap hati-hati, karena sangat licin.

Lokasi dan Harga Tiket

Coban Jaher terletak di Desa Begawan, Dusun Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Menuju ke titik lokasi kamu bisa naik kereta api dan turun di Stasiun Malang Kota Baru. Tetapi, bagi kamu yang berdomisili di Kertosono hingga blitar, lebih baik naik Kereta penataran dan turun di stasiun Blimbing.

Kemudian, sewa kendaraan atau naik angkot menuju ke daerah Tumpang. Bagi yang sewa kendaraan harganya 75 ribu rupiah selama 24 jam untuk motor. Jika, ingin menyewa mobil harganya 300 ribu rupiah. Syaratnya harus meninggalkan kartu identitas dan uang deposit sebesar 300 ribu rupiah. Waktu tempuhnya kurang lebih 50 menit.

Untuk harga tiket masuknya 25 ribu rupiah untuk satu motor. Untuk yang membawa mobil akan dikenakan biaya 50 ribu rupiah, untuk 4 orang penumpang. Sudah termasuk biaya parkir. Untuk jam buka mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Waktu terbaik mengunjungi kawasan ini adalah pagi hari atau sore hari.

Tips Berwisata

  1. Datanglah saat musim kemarau, bila musim penghujan debit air sangat deras dan cenderung keruh, jalanan juga sedikit licin.
  2. Jangan asal dalam membuang sampah, pastikan ditempat yang sudah disediakan.
  3. Jangan lupa bawa baju ganti.

Pesonanya memang tidak ada yang mengalahkan. Pantas bila banyak pendaki singgah disini, banyak komunitas datang dan mengabadikan momen di kawasan ini. Tempatnya sangat bersih, airnya juga jernih. Cocok digunakan sebagai salah satu tempat liburan keluarga. Jadi, kapan kamu mau pergi ke tempat ini?
Disqus Comments