Sabtu, 29 Februari 2020

Mengapa Turis Asing Lebih Suka Bali? Padahal Banyak wisata lain di Indonesia

Bali masih menjadi destinasi Favorit wisatawan Asing






Indonesia mempunyai beragam tempat wisata yang eksotis  dan indah, namun mengapa turis-turis asing begitu menyukai Bali daripada tempat wisata lainnya yang tidak kalah indah dari Bali. Salah satu jawabannya adalah Brand atau nama besar serta Budaya Bali yang mendukung wisatawan asing untuk berkunjung disini.

Memang sih jujur menurut saya, bahwa berwisata ditempat lain seperti di Jawa sangat banyak sekali tempat-tempat indah yang mungkin sangat cocok untuk wisatawan asing. Namun adat istiadat di Jawa memang berbeda dengan Bali.

Coba saja jika turis pakai bikini di pinggir pantai misalnya, ya pasti banyak wisatawan lokal yang merasa risih dan tidak nyaman dengan pemandangan ini. Dari sisi wisatawan asing pun juga demikian, mereka juga nampak risih dengan pandangan wisatawan lokal yang tidak begitu menyenangkan ke mereka.

Di tempat lain selain wisata Bali juga terdapat kendala seperti kemampuan bahasa, kepribadiannya, dan keterbukaan terhadap wisatawan. Wisatawan asing jadi susah untuk berkomunikasi dengan warga lokal selain Bali, karena mereka juga kurang penguasaan bahasa asing terutama bahasa inggris.

Aturan adat istiadat di Bali terkait masalah Diskotik, Bar, Cafe, Hotel dan berbagai menu makanan juga sangat mendukung, karena sebagian masyarakat Bali yang tinggal di dekat tempat wisata banyak yang beragama hindu. Jadi fasilitas-fasilitas seperti ini pun sangat disukai wisatawan asing.

Bali juga memiliki salah satu daya tarik sendiri selain keindahan alam dan pantainya, yaitu ada bar, diskotik, kafe, pub, hotel berbagai tipe, restauran berbagai macam menu, dan yang paling berpengaruh adalah hampir semua ada di Bali dan itu bebas tanpa memandang SARA. Kultur dan adat Bali juga tidak terpengaruh dengan banyaknya wisatawan.

Baca juga :

Nah, tempat wisata mana saja sih yang menjadi daya tarik wisatawan di Bali ini :


1. Pantai Lovina Bali


Tempat wisata dengan pemandangan kemunculan lumba-lumba memang tidak ada di beberapa pantai yang ada di Indonesia. Namun spot foto dengan pemandangan seperti ini bisa kalian jumpai di Pantai Lovina.

Hal yang begitu menyenangkan ketika gerombolan lumba-lumba tersebut tiba-tiba muncul dan menghampiri para pengunjung yang melewati destinasi pantai Lovina ini. Atraksi lumba-lumba tersebut biasanya terjadi antara pukul 05:30 – 06:00.

Pantai Lovina yang terletak di Singaraja Bali ini memang menjadi tujuan wisata favorit dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan mereka yang ingin menikmati sensasi pemandangan atraksi lumba-lumba ini rela antri berjam-jam menunggu giliran perahu motor milik warga.

Selain atraksi Lumba-lumba yang terjadi pada pukul 05:30 – 06:00, Pantai Lovina ini juga memiliki pemandangan sunset yang sangatlah indah,  Selalu siapkan kamera di dekat kamu agar bisa segera memotret momen indah tersebut.


2. Nusa Penida Bali


Bali masih menjadi Primadona wisatawan  domestik maupun mancanegara, salah satunya adalah wisata Nusa Penida yang mempunyai Spot indah dan instagramable.

Simak baik-baik spot-spot Tempat Wisata Bahari yang hits di Nusa Penida Bali :


3. Pantai Kuta Bali


Pantai Kuta Badung Bali adalah jantung pariwisata Bali, keindahan pantai yang memukau dan ombak yang bagus menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pantai Kuta ini sangat indah saat sunrise, cahaya yang masih remang-remang ditambah angin semilir menjadi pengalaman yang sulit terlupakan.

Wisatawan Pantai Kuta Bali ini biasanya menghabiskan waktu untuk berjemur, karena memiliki pasir yang sangat indah. Ombak pantai yang stabil juga sangat sering digunakan untuk peselancar, makanya tidak heran jika sepanjang hari ramai peselancar.


Nah selain tempat wisata di Bali begitu bagus dan Indah, ternyata Bali juga punya sisi gelapnya juga. Apa saja sih sisi gelap hidup di Bali :


Sisi Gelap Hidup di Bali


Menurut penjabaran salah satu member quora.com yang sudah menetap disana selama 21 tahun. Memang terdapat beberapa sisi gelap sih hidup di Bali, terutama bagi kalian yang ingin membuka usaha di Bali.


  1. Orang Bali sekilas nampak tidak rasis, namun mereka itu rasis secara halus. Lah kok ada-ada saja sih rasis secara halus. Contoh saja jika kalian mau buka usaha warung, restoran, minimarket atau apapun yang masih terbilang mikro. Kalian akan ditanya  Mau buka usaha? Orang Bali atau pendatang? Kalau pendatang harus bayar iuran ke "kelompok adat" (baca:preman) bulanan, dan pemasukan harus dialokasikan beberapa bagian ke banjar setempat.
  2. Kepentingan Pribadi mengatasnamakan kepentingan bersama atau adat. Sebut saja jika kalian ingin menggunakan jasa pengemudi online atau taksi online. Kalian akan dipersulit dengan mengatasnamakan ada disini tidak ada ojek online, yang ada hanyalah taksi konvensional yang operasinya dibawah 'banjar dan kelompok adat' setempat, dan biayanya sekali jalan anggaplah 200ribuan.
  3. Kalian akan bersaing dengan modal luar negeri yang begitu deras di Bali. Kok bisa ya ? Jadi seperti ini, ada orang asing yang baru kalian kenal di pantai tiba-tiba menawarkan jasa kerja sama untuk permodalan usaha. ayo kita buka usaha, modalnya dari saya, kamu sebagai orang Bali saya daftarkan jadi pemilik usaha, nanti kamu dapet persenan.. Lalu posisi saya jadi manajer usaha. Voila, usaha "lokal" dimulai, si orang Bali dapat persenan, saya sebagai pemilik modal asing bisa dapat ijin tinggal di Bali karena bekerja sebagai "manajer".



TOPWISATA.INFO - REFERENSI TEMPAT WISATA TERPERCAYA
Disqus Comments